Yuk Kenali Berbagai Jenis Gaya Rumah yang Cocok dengan Kalian

Ada berbagai desain rumah yang bisa dijadikan inspirasi untuk membangun atau merenovasi rumah, mulai dari gaya minimalis sederhana hingga gaya klasik mewah. 

Mencari ide desain rumah dan konsep hidup yang sedang tren saat ini? Anda sedang membaca artikel yang tepat!

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Karakter pemilik seringkali tercermin dari desain rumah mereka, karena biasanya seseorang menginginkan rumah yang sesuai dengan keinginan dan karakternya sendiri.

  1. Skandinavia Minimalis

Desain rumah ini menjadi salah satu hits terbesar akhir-akhir ini. Cocok untuk semua orang yang menginginkan tampilan elegan, simpel dan natural. Secara umum warna putih, monokrom dan natural mendominasi.

Desain Skandinavia sudah ada sejak tahun 1950-an dan berasal dari Eropa seperti Swedia, Denmark, Norwegia, dan Finlandia.

Kayu terang atau abu-abu yang menghadirkan kecerahan dan kehangatan adalah sorotan utama desain Skandinavia. Selain itu dipadukan dengan furnitur yang estetis dan fungsional. 

  1. Modern Industrial

Konsep rumah industri menjadi populer di Eropa pada tahun 1950-an, ketika banyak bekas bangunan pabrik yang terbengkalai kemudian diubah menjadi perumahan yang efisien. Keunikan desain ini kemudian ditransfer ke dalam berbagai konsep desain mulai dari restoran, kafe, kantor hingga rumah.

Ciri khas dari desain ini adalah menonjolkan komponen dan elemen struktur bangunan sehingga menciptakan suasana yang maskulin namun hangat.

Penggunaan bahan tidak sembarangan, banyak yang menggunakan bahan daur ulang atau bahan industri seperti kaca, besi atau alumunium. Selain perawatan rutin, banyak bagian yang juga membutuhkan perawatan, terutama bagian atap yang kasar. 

  1. Klasik Mediterania

Gaya rumah ini berasal dari Spanyol dan populer di Indonesia sejak tahun 1990-an. Oleh karena itu memang sangat menarik dan menjadi referensi bagi banyak rumah di Indonesia. Arsitektur klasik ini memberikan kesan mewah dan elegan.

Ciri khas dari bangunan mediterania ini adalah dindingnya yang besar dan tebal yang melindungi dari panas di siang hari namun tetap menghangatkan Anda di malam hari. Kemudian terdapat jendela kecil untuk menahan panas dan rumah juga memiliki taman yang cukup luas untuk menciptakan suasana sejuk.

Elemen dekoratif yang menonjol pada gaya mediterania adalah tiang-tiang besar yang terkesan cukup dominan dan ornamen lengkung. 

  1. Modern glass house

Konsep rumah ini merupakan perpaduan antara gaya hidup modern dan minimalis, ditandai dengan bentuk atap yang datar dan rendah serta bangunan yang dikelilingi kaca.

Tujuannya tidak hanya untuk menambah intensitas pencahayaan, tetapi juga agar material kaca ini menonjolkan kesan mewah dan elegan pada rumah.

Ciri khas lain dari konsep ini adalah beton berdasarkan bentuk dasar (kotak), halus atau tanpa hiasan dan dengan maksimal dua kombinasi bahan. 

  1. Bohemian full color

Populasi bohemian diperkirakan berasal dari India dan tiba di Eropa sekitar abad ke-13, menggambarkan gaya hidup nomaden yang tidak konvensional pada pertengahan abad ke-19.

Bohemian biasanya mengacu pada kepribadian yang bebas dan tidak terikat aturan. Jadi desain arsitektur rumah bohemian tidak memiliki karakter atau kekhasan khusus.

Namun, ada ciri-ciri yang cukup dominan dalam desain bohemian seperti gaya warna-warni, pola bercampur etnik, hippies dan juga vintage. Biasanya terdapat banyak warna, kain dan karpet khas Turki yang membuat rumah terlihat cerah dan ceria. 

  1. Art Deco

Art Deco muncul dari gerakan modernisme, yaitu persyaratan estetika untuk bentuk-bentuk sederhana, dibebaskan dari arsitektur klasik.

Desain rumah Art Deco menonjolkan garis-garis geometris yang merepresentasikan kemewahan dan kejantanan. Ciri desain yang menonjol adalah bentuknya yang melengkung, tetapi tidak semua, hanya satu atau sebagian saja.

Glass block atau balok kaca juga sering digunakan pada bangunan dengan konsep ini. Fungsinya untuk memungkinkan sinar matahari alami masuk ke dalam rumah.

Dalam desain interior ini, mencakup konsep abstrak yang menggabungkan dekorasi, warna, tekstur, serta kontras yang berbeda. Bentuk yang diterapkan dalam desain interior Art Deco adalah trapesium, garis zigzag, dan geometri. 

  1. Rustic

Rumah bergaya rustic memiliki desain yang sama dengan rumah pedesaan di Swiss, Jerman, dan Austria.

Secara keseluruhan, desain arsitektur ini menggunakan material alami yang bertekstur dan memaksimalkan tampilan eksterior sebagai panorama rumah. Desain interiornya menekankan daya tarik alami dari bahan yang tidak diproses seperti kayu, batu, logam, dll.

Di Indonesia sendiri, konsep rustic sebenarnya sudah diterapkan pada rumah tradisional dan adat. Kemudian untuk sementara Anda bisa membuat ruang rustic di dalam rumah dengan menggunakan kayu sebagai material utama lantai dan dindingnya. Elemen kayu memberikan kesan hangat dan nyaman. 

Jadi gaya rumah mana yang kira-kira paling cocok dengan kalian?